- Tempat Nongkrong Para GIRILAYA mania -


You are not connected. Please login or register

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down  Message [Halaman 1 dari 1]

Admin


Admin
Admin


Dalam rangka menyambut tahun baru islam banyak kegiatan yang disiapkan, dari makan-makan, jalan-jalan (tapi jangan makan sambil jalan), atau kegiatan yang lain. Sebagian umat islam malah melupakan tahun baru ini, karena lebih ingat kepada tahun baru masehi. Entah karena memang tidak didengung dengungkan seperti tahun baru masehi ataukah bagaimana. Kebiasaan beberapa golongan masyarakat mengisi malam tahun baru yang sering disebut malem siji suro dengan mengadakan tirakat, sebagian lagi ada yang mengisi dengan pengajian di majelis majelis ta’lim. Yang aneh adalah kadang saat malem siji suro dipakai untuk mencuci pusaka seperti keris, tombak, atau yang lainnya. Nah karena ini blog tentang komputer tentunya yang punya blok bisa mengisi dengan googling, he….

Nilai sakral yang tercipta karena adanya kepercayaan-kepercayaan di lingkungan masyarakat memang sangat terasa pada malem siji suro. Sebagai Umat Islam tentulah seyogyanya mengisi akhir tahun dan awal tahun hijriyah ini dengan kegiatan yang bermanfaat. Bahkan disunahkan untuk melaksanakan puasa akhir tahun dan awal tahun. Membaca doa akhir tahun dan awal tahun. Banyak berbuat kebaikan, dan bisa dilaksanakan dengan konsisten sampai tahun-tahun berikutnya.

Terlepas dari kepercayaan bahwa malem siji suro adalah malam yang disakralkan, sebenarnya pergantian tahun merupakan pertanda bahwa umur dan jatah hidup di dunia ini sudah semakin sedikit. Sudah seharusnya kita mensyukuri dan meningkatkan keimanan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Sebuah renungan bahwa semakin hari umur semakin berkurang, sehingga tidak ada jalan lain kecuali harus segera bertobat dan mematuhi apa yang menjadi aturan Tuhan. Duh lama-lama jadi horror sendiri ni… hmmm……. Pokoknya selamat tahun baru 1 Muharram 1434 H, semoga ditahun selanjutnya kita senantiasa memperoleh keberkahan dan kebaikan Amin. Isilah malam tahun baru dengan kegiatan yang bermanfaat, yang mengarah kepada kebaikan dan bukan sebaliknya.

SEJARAH TRADISI TAHUN BARU SURO


Kedatangan tahun baru biasanya ditandai dengan berbagai kemeriahan, seperti pesta kembang api, keramaian tiupan terompet, maupun berbagai arak-arakan di malam pergantian tahun.

Lain halnya dengan pergantian tahun baru Jawa yang jatuh tiap malam 1 Suro (1 Muharram) yang tidak disambut dengan kemeriahan, namun dengan berbagai ritual sebagai bentuk introspeksi diri.
Saat malam 1 Suro tiba, masyarakat Jawa umumnya melakukan ritual tirakatan, lek-lekan (tidak tidur semalam suntuk), dan tuguran (perenungan diri sambil berdoa).

Bahkan sebagian orang memilih menyepi untuk bersemedi di tempat sakaral seperti puncak gunung, tepi laut, pohon besar, atau di makam keramat.

Ritual 1 Suro telah dikenal masyarakat Jawa sejak masa pemerintahan Sultan Agung (1613-1645 Masehi).
Saat itu masyarakat Jawa masih mengikuti sistem penanggalan Tahun Saka yang diwarisi dari tradisi Hindu. Sementara itu umat Islam pada masa Sultan Agung menggunakan sistem kalender Hijriah.

Sebagai upaya memperluas ajaran Islam di tanah Jawa, kemudian Sultan Agung memadukan antara tradisi Jawa dan Islam dengan menetapkan 1 Muharram sebagai tahun baru Jawa.

Bagi masyarakat Jawa, bulan Suro sebagai awal tahun Jawa juga dianggap sebagai bulan yang sakral atau suci, bulan yang tepat untuk melakukan renungan, tafakur, dan introspeksi untuk mendekatkan dengan Yang Maha Kuasa.

Cara yang biasa digunakan masyarakat Jawa untuk berinstrospeksi adalah dengan lelaku, yaitu mengendalikan hawa nafsu.

Lelaku malam 1 Suro, tepat pada pukul 24.00 saat pergantian tahun Jawa, diadakan secara serempak di Kraton Ngayogyakarta dan Surakarta Hadiningrat sebagai pusat kebudayaan Jawa.

Di Kraton Surakarta Hadiningrat kirab malam 1 Suro dipimpin oleh Kebo Bule Kyai Slamet sebagai Cucuking Lampah.

Kebo Bule merupakan hewan kesayangan Susuhunan yang dianggap keramat. Di belakang Kebo Bule barisan berikutnya adalah para putra Sentana Dalem (kerabat keraton) yang membawa pusaka, kemudian diikuti masyarakat Solo dan sekitarnya seperti Karanganyar, Boyolali, Sragen dan Wonogiri.

Sementara itu di Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat memperingati Malam 1 Suro dengan cara mengarak benda pusaka mengelilingi benteng kraton yang diikuti oleh ribuan warga Yogyakarta dan sekitarnya.

Selama melakukan ritual mubeng beteng tidak diperkenankan untuk berbicara seperti halnya orang sedang bertapa. Inilah yang dikenal dengan istilah tapa mbisu mubeng beteng.

Selain di Kraton, ritual 1 Suro juga diadakan oleh kelompok-kelompok penganut aliran kepercayaan Kejawen yang masih banyak dijumpai di pedesaan. Mereka menyambut datangnya tahun baru Jawa dengan tirakatan atau selamatan.

Sepanjang bulan Suro masyarakat Jawa meyakini untuk terus bersikap eling (ingat) dan waspada. Eling artinya manusia harus tetap ingat siapa dirinya dan dimana kedudukannya sebagai ciptaan Tuhan.

Sedangkan waspada berarti manusia juga harus terjaga dan waspada dari godaan yang menyesatkan. Karenanya dapat dipahami jika kemudian masyarakat Jawa pantang melakukan hajatan pernikahan selama bulan Suro.

Pesta pernikahan yang biasanya berlangsung dengan penuh gemerlap dianggap tidak selaras dengan lelaku yang harus dijalani selama bulan Suro.

Terlepas dari mitos yang beredar dalam masyarakat Jawa berkaitan dengan bulan Suro, namun harus diakui bersama bahwa introspeksi menjelang pergantian tahun memang diperlukan agar lebih mawas diri.

Dan bukankah introspeksi tak cukup dilakukan semalam saat pergantian tahun saja? Makin panjang waktu yang digunakan untuk introspeksi, niscaya makin bijak kita menyikapi hidup ini. Inilah esensi lelaku yang diyakini masyakarat Jawa sepanjang bulan Suro.


Warga GIRILAYA
Learning By DOING
Girilaya Real Groups

semoga bermanfaat
no rek BCA : 0102148973
a/n WAHYU BAGUS MIJAYANTO, A.MD

no rek BRI : 314201011888535
a/n WAHYU BAGUS MIJAYANTO, A.MD
http://forum.girilaya.com

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas  Message [Halaman 1 dari 1]

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik

Ping your blog, website, or RSS feed for Free
ping fast  my blog, website, or RSS feed for Free

 

pagerank analyzerW3 Directory - the World Wide Web Directory

© 2014 Copyright Girilaya Real Groups - All Rights Reserved | Back to Top