- Tempat Nongkrong Para GIRILAYA mania -


You are not connected. Please login or register

Pelecehan dr Fransiska diSiram Kopi Panas

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down  Message [Halaman 1 dari 1]

girilayabot


Spammer
Spammer
dr Fransiska tidak terima atas perlakukan kasar HH (55) yang menyiramkan kopi panas serta memukulinya. Selain penganiayaan, 1a akan melaporkan pendamping pasien NN (18) itu atas tindakan yang tidak menyenangkan.

"Selain penganiayaan Pasal 351, kita akan laporkan Pasal 355 perbuatan tidak menyenangkan," kata kuasa hukum dr Fransiska, Mangatur Sianipar, dalam jumpa pers di RS Husada, Jakarta Pusat, Sabtu (23/11/2013).

Mangatur menjelaskan perbuatan HH yang kini berstatus tersangka tersebut sangat tidak boleh dilakukan lagi oleh siapa pun, terutama kepada seorang wanita. Apalagi terhadap seorang yang memiliki profesi.

"Perbuatan HH dilakukan kepada seorang perempuan dan dilakukan di rumah sakit dan dilakukan kepada seorang dokter. Itu sangat tidak baik," ujarnya.

Mangatur menambahkan peristiwa tersebut sangat merugikan kliennya. Menurut dia, dr Fransiska seharusnya terbang ke Manila untuk menjenguk sang suami yang tengah sakit keras. Akibat kasus ini maka rencana itu tertunda karena harus berurusan dengan aparat kepolisian.

"Dia harusnya ke Manila tapi batal. Justru di situ menunjukkan ke profesionalisnya karena dia tidak menunjukkan kepada pasien-pasiennya," kata Mangatur.


Warga GIRILAYA
auto promosi massal hanya di GIRILAYA REAL GROUPS

Silakan melakukan Promosi Informasi sebesar-besarnya, anda tidak akan merugi telah Gabung dengan Girilaya Real Groups. Ini adalah Profil BOT Girilaya Real Groups yang melakukan Posting berdasarkan Histat.

Saya dapat membantu meledakkan keuntungan bisnis anda di Surabaya Hubungi :
DWI NUR MIJAYANTO 08888 557 101
Share this post on: Excite BookmarksDiggRedditDel.icio.usGoogleLiveSlashdotNetscapeTechnoratiStumbleUponNewsvineFurlYahooSmarking

Post on Sat 23 Nov 2013, 15:29 by girilayabot

Polisi menjelaskan hasil penyelidikan terbarunya mengenai kasus penyiraman kopi panas ke dokter Fransiska. Berikut kronologi peristiwa yang menyebabkan dokter spesialis kandungan ini menderita memar dan bengkak di bagian muka.

Senin (18/11) pukul 19.00 WIB dr Fransiska Mochtar menerima pasien DR dan HH, kemudian pasien DR mengutarakan keluhannya. Dr Fransiska kemudian memeriksa kondisi badan DR dan membuat surat pengantar untuk pemeriksaan laboratorium.

Sekitar pukul 19.50 WIB, HH dan DR kembali ke ruangan praktek dr Fransiska dan menyerahkan hasil pemeriksaan laboratorium DR. "Dokter FM menjelaskan hasil pemeriksaan lab dan memberikan resep kepada DR," kata Kapolsek Sawah Besar, Kompol Shinto Silitonga dalam rilis yang diterima detikcom, Sabtu (23/11/2013).

Saat memberikan resep obat, dokter Fransiska bertanya tentang hubungan HH dengan DR. HH merasa tersinggung dan marah-marah atas pertanyaan dokter Fransiska.

"Ketika dr FM berniat merekam dengan HP, pelaku HH langsung berdiri dan menyiramkan kopi miliknya ke depan badan dokter FM," kata Shinto.

Dr Fransiska kemudian spontan berdiri dan langsung memegang lengan kanan baju kemeja pelaku HH sambil berkata "Kenapa saya disiram pak?".

"Pelaku HH kemudian memukul muka dokter FM dengan tangan kanannya," terang Shinto.

Setelah mendapat laporan dari pihak RS Husada, polisi kemudian melakukan olah tkp. Kini HH telah resmi ditetapkan sebagai tersangka. Ia dikenai pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 2 tahun 8 bulan.

Post on Sat 23 Nov 2013, 15:29 by girilayabot

Polisi menjelaskan hasil penyelidikan terbarunya mengenai kasus penyiraman kopi panas ke dokter Fransiska. Berikut kronologi peristiwa yang menyebabkan dokter spesialis kandungan ini menderita memar dan bengkak di bagian muka.

Senin (18/11) pukul 19.00 WIB dr Fransiska Mochtar menerima pasien DR dan HH, kemudian pasien DR mengutarakan keluhannya. Dr Fransiska kemudian memeriksa kondisi badan DR dan membuat surat pengantar untuk pemeriksaan laboratorium.

Sekitar pukul 19.50 WIB, HH dan DR kembali ke ruangan praktek dr Fransiska dan menyerahkan hasil pemeriksaan laboratorium DR. "Dokter FM menjelaskan hasil pemeriksaan lab dan memberikan resep kepada DR," kata Kapolsek Sawah Besar, Kompol Shinto Silitonga dalam rilis yang diterima detikcom, Sabtu (23/11/2013).

Saat memberikan resep obat, dokter Fransiska bertanya tentang hubungan HH dengan DR. HH merasa tersinggung dan marah-marah atas pertanyaan dokter Fransiska.

"Ketika dr FM berniat merekam dengan HP, pelaku HH langsung berdiri dan menyiramkan kopi miliknya ke depan badan dokter FM," kata Shinto.

Dr Fransiska kemudian spontan berdiri dan langsung memegang lengan kanan baju kemeja pelaku HH sambil berkata "Kenapa saya disiram pak?".

"Pelaku HH kemudian memukul muka dokter FM dengan tangan kanannya," terang Shinto.

Setelah mendapat laporan dari pihak RS Husada, polisi kemudian melakukan olah tkp. Kini HH telah resmi ditetapkan sebagai tersangka. Ia dikenai pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 2 tahun 8 bulan.

Post on Sat 23 Nov 2013, 15:36 by girilayabot

dr Fransiska Mochtar (37) akhirnya buka suara terkait insiden penyiraman kopi panas oleh HH (55) yang dialaminya. Dokter spesialis kandungan ini punya versi tersendiri seputar kasus tersebut.

Fransiska memberikan keterangan didampingi Ketua Komite Hukum RS Husada Andreas Sofiandi dan kuasa hukumnya Mangatur Sianipar di RS Husada, Jakarta Pusat, Sabtu (23/11/2013)

Wajah Fransiska dihiasi bekas memar di bagian bawah mata. Ia mengenakan busana warna putih dan hitam serta dibalut jas dokter warna putih.

Berikut kronologi penyiraman kopi panas versi dr Fransiska:


Senin 18 November 2013 pukul 18.30 WIB

dr Fransiska masih berada di RS Husada di bagian Soka untuk memeriksa Ibu G yang habis melakukan post operasi di pagi hari dan menjelaskan kepada pasien serta keluarga. Lalu, dr Fransiska menulis instruksi untuk pasien tersebut lalu menuju ke lantai 2 kamar 226 setelah dari bagian Soka.

dr Fransiska memeriksa pasien NN berumur (18) yang saat itu datang bersama pendamping HH (50). Saat itu, HH duduk di hadapan dr Fransiska saat dokter memberikan hasil pemeriksaan pasien.

"Lalu pendamping bertanya kenapa bisa terjadi seperti ini? Apakah ini masalah gawat?. Lalu saya jelaskan mengapa saya perlu melakukan pemeriksaan ke laboratorium agar kita bisa melihat tindakan apa yang dilakukan selanjutnya. Pendamping kembali bertanya bagaimana menurut pengalaman dokter? Berapa tahun dokter sudah praktek?," kata dr Fransiska.

Pukul 19.40 WIB

Suster dr Fransiska menelepon petugas di bagian laboratorium untuk menanyakan hasil pemeriksaan pasien NN sudah ada atau belum.


Pukul 19.50 WIB

Pasien NN didampingi HH akhirnya memberikan hasil sampel dari laboratorium kepada dr Fransiska. Fransiska mengaku saat itu mulai terjadi ketegangan karena HH mulai menanyakan kenapa hal itu bisa terjadi dan menanyakan mengapa kenapa hasil laboratoriumnya gawat.

"Lalu dia mengatakan dokter kurang ajar, anjing. Dengan refleks, saya mengeluarkan handphone saya untuk merekam karena pelaku marah-marah. Kemudian saya tanya apa hubungan Bapak dengan pasien, tapi dia malah teriak dan mengatakan bukan urusan saya lalu pelaku siram kopi ke muka saya, rambut serta terciprat ke meja," jelas Fransiska.
Luffy Sedih Bahagia 

Post on Wed 27 Nov 2013, 17:15 by adminutama

Zen Rusdy Curiga dr Fransiska Hendak Celakai Putrinya

Zen Rusdy, ayah pasien DR (18) tidak rela dengan perlakuan dr Fransiska terhadap putrinya. Ia curiga dr Fransiska berniat mencelakai putri pertamanya itu.

"(DR) diperiksanya kayak orang beranak. Apalagi anak saya masih gadis, apa dia mau nyelakain anak saya?" kata Zen saat ditemui di tempat kerjanya di kawasan Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (26/11/2013).

Zen mengatakan, dr Fransiska memeriksa alat kelamin DR untuk mengetahui penyakit yang dialami putrinya. Namun menurutnya pemeriksaan tidak perlu dilakukan hingga ke alat kelamin. Sebab keluhan DR adalah sakit perut saat menstruasi.

"Yang jelas ada pelecehan. Penyakit apa kok vaginanya yang diperiksa," keluhnya.

Menurut Zen, sakit yang dirasakan DR saat menstruasi begitu kuat. DR bahkan kerap menangis menahan sakit yang dideritanya itu.

dr Fransiska Mochtar menjadi korban penyiraman kopi yang terjadi pada Senin (18/11/2013). Selain disiram kopi panas, Fransiska juga dipukul hingga meninggalkan luka memar di bawah matanya.

Versi RS Husada, penganiayaan terjadi ketika Fransiska menanyakan status Harry Haryanto (50) terhadap DR (18), pasien yang ditanganinya. Polisi juga menyebut, insiden itu terjadi karena Harry tersinggung atas pertanyaan dr Fransiska.

Pertanyaan dilontarkan dr Fransiska setelah Harry lebih dulu bicara dengan nada tinggi usai melihat hasil laboratorium DR. Harry bertanya kepada Fransiska penyebab hasil laboratorium DR begitu gawat.

"Lalu dia mengatakan dokter kurang ajar, anjing. Dengan refleks, saya mengeluarkan handphone saya untuk merekam karena pelaku marah-marah. Kemudian saya tanya apa hubungan Bapak dengan pasien, tapi dia malah teriak dan mengatakan bukan urusan saya lalu pelaku siram kopi ke muka saya, rambut serta terciprat ke meja," jelas Fransiska dalam konferensi pers di RS Husada, Jakarta Pusat, Sabtu (23/11/2013).

Post on Wed 27 Nov 2013, 17:18 by adminutama

Penyiram Kopi Panas ke dr Fransiska Seorang Pengusaha Farmasi

Harry Haryanto (50) yang menyiramkan kopi panas ke dr Fransiska merupakan seorang pengusaha. Hal tersebut diketahui dari keterangan ayah DR (18), Zen Rusdy.

"Dia wiraswasta, bergerak di bidang farmasi," ucap Zen saat ditemui di tempat kerjanya di kawasan Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (26/11/2013).

Zen mengatakan, untuk keperluan bisnisnya tersebut, Harry kerap bepergian ke luar negeri. Sebagai pemilik perusahaan farmasi, Harry juga kerap berhubungan dengan dokter.

"Dia bisa sebulan sekali ke luar negeri. Dia besar di Singapura dan belajar di Amerika," ucap Zen.

Zen juga tak menampik bahwa Harry memiliki kedekatan dengan polisi. Menurutnya, sebagai bos Harry memiliki link yang luas.

"Dia kan bos, banyak kenalan orang atas. Apalagi dia pintar bergaul," ujarnya.

Namun Zen tak mengetahui latar belakang keluarga Harry. Sebab menurutnya orang tua Harry sudah meninggal.

Mengenai alamat rumah Harry, ia juga tidak tahu pasti. Sebab dirinya belum pernah bertemu Harry selain ketika ia menemui putrinya tersebut di rumahnya.

"Setahu saya, alamatnya ya di Jl Gunung Sahari. Tapi saya belum pernah ke sana," katanya.

Post Today at 04:09 by Sponsored content

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas  Message [Halaman 1 dari 1]

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik

 

pagerank analyzerW3 Directory - the World Wide Web Directory

© 2014 Copyright Girilaya Real Groups - All Rights Reserved | Back to Top